10 Tips dan
Cara Belajar yang Efektif agar
Lebih Fokus
Disadur kembali dan Diperbaharui 28 April
2021
Semenjak pandemi COVID-19 , semua
institusi pendidikan memutuskan untuk melakukan pembelajaran dari rumah untuk
membatasi gerombolan orang yang berkumpul di satu tempat.
Belajar di rumah memang memiliki
keuntungan, seprti lingkungan yang nyaman karena belajar di rumah sendiri atau
di tempat yang kamu sukai. Belajar sendiri juga lebih rendah stres karena tidak
ada tekanan dari guru dan teman sekelas.
Namun, di mana ada kelebihan di situ
ada kekurangan. Beberapa alasan mengapa kamu merasa sulit belajar di rumah
adalah: ada banyak gangguan. Sebut saja televisi, ponsel, adik bayi, hewan
peliharaan, bahkan piring kotor yang menggunung pun bisa menjadi alasan.
Terus, karena merasa terlalu nyaman
dengan berada di rumah sendiri, kamu jadi lebih sering menunda. Saat sudah
mulai belajar pun, kamu bisa saja keluar jalur dan hilang fokus, akhirnya
belajar pun terlupakan. Dengan tips dari Belajar di
bawah ini, kamu bisa belajar secara lebih efisien, bukan lebih keras.
1. Waktu yang Tepat
* sumber: www.befren.com
Tapi, menurut sains, ada waktu
terbaik untuk belajar, loh. Jadi,waktu belajar yang baik itu antara pukul 10 pagi - 2 siang, dan pukul 4 sore -
10 malam. Soalnya, pada waktu-waktu tersebut, otak sedang berada dalam mode
'aktif' untuk meresap informasi secara lebih efektif. Lalu, menurut sains juga,
waktu paling tidak efektif untuk belajar adalah antara jam 4
pagi - 7 pagi.
Belajar itu ada waktunya. Beberapa
orang merupakan night owl yang suka belajar pada malam hari.
Sementara beberapa orang lebih suka belajar pada pagi hari karena merasa lebih
segar. Pilihlah waktu kapan di saat kamu merasa paling produktifnya. Terus,
Jangan paksakan diri ketika otak kamu sedang tidak fokus. Kalau merasa capek,
pusing, atau lelah, rehat saja dulu.
2. Buat Sistem Belajar
* sumber: rasmussen.libanswers.com
Jika kamu perhatikan, belajar itu
ada siklusnya, kan? Kamu mungkin sering melewati beberapa langkah di atas.
Seperti skip membaca sebelum masuk kelas, karena toh nanti dosen atau guru juga
bakal menerangkan, kan? Nah, pemikiran seperti ini yang membuat pembelajaran
kurang masuk ke otak kamu.
Jika di masa pandemi seperti ini
berarti kamu banyak mengikuti kelas secara online. Nah, kamu bisa baca-baca
dulu sebelum kelas online di mulai untuk mengetahui garis besar materi yang
akan dibahas. Nanti kalau ada yang kamu kurang paham bisa langsung ditanyakan
ke guru atau dosen.
3. Cari Lingkungan yang Pas
* sumber: medstudentstories.merckmanuals.com
Lingkungan atau area tempat kamu
belajar juga penting. Tiap orang punya selera yang berbeda-beda. Ada yang cocok
belajar di keheningan perpustakaan, ada yang lebih suka belajar di keramaian
kedai kopi, ada yang suka belajar grup di rumah teman.
Mungkin ada
juga yang suka belajar sambil mendengarkan musik klasik, tapi ada juga yang
suka dengerin lagu rock. Temukan lingkungan belajar yang paling cocok buat kamu
supaya ilmu yang kamu serap bisa lebih maksimal.
4.
Singkirkan Pengganggu
* sumber: www.houzz.com
Kamu
terbiasa multitasking ? Misalnya cuci piring sambil menonton
televisi, belajar sambil makan berat, pokoknya melakukan dua atua lebih
kegiatan secara bersamaan, itu berarti kamu multitasking.
Memang
kadang dibutuhkan, tapi untuk urusan belajar, sebaiknya kamu jangan multitasking,
deh. Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa multitasking nggak
meningkatkan efisiensi belajar dan justru berdampak negatif pada hasil belajar
nantinya.
Jadi cobalah untuk belajar lebih cerdas, bukan lebih keras, kamu perlu menghilangkan gangguan selama sesi belajar berlangsung. Internet, media sosial, chatting, game, televisi, bahkan mungkin adikmu yang mengajak bermain atau ketika rumah berantakan pun itu semua harus bisa kamu handle terlebih dahulu sebelum belajar. Jadi, saat proses belajar kamu sudah tenang karena semuanya sudah beres.
Misalnya
ponsel dimatikan lalu kamu sembunyikan di tempat yang nggak terjangkau saat
kamu lagi belajar, jadi nggak ada yang ganggu. Terus, cucian piring sudah kamu
bereskan, seenggaknya tidak sampai numpuk banget. Jadi, kamu nggak ada alasan
berhenti belajar sebentar buat cuci piring, itu namanya pelarian!
Terus, kalau
misalnya kamu punya adik atau keponakan di rumah, beri penjelasan sebelumnya
"tolong jangan ganggu kakak saat sedang belajar", terus janjikan
bermain sebelum atau sesudah jam belajar kamu, supaya mereka paham dan tidak
berkecil hati.
Terus,
multitasking seperti membaca teks sambil mendengarkan penjelasan guru, itu juga
disebut kurang efektif. Yang ada, kamu membuang banyak waktu untuk belajar tapi
kualitas pembelajaran yang terserap jadi kurang.
Makanya tadi
kamu dianjurkan untuk membuat siklus belajar, jadi kamu lebih tertata dan
melakukannya satu per satu. Seperti preview dulu, baru menghadiri kelas online,
semuanya terstruktur jadi ilmu pun lebih nyerap ke otak kamu.
5. Membaca ≠
Belajar
*Sumber:
https://weheartit.com/entry/348231310?context_query=reading&context_type=search
Ada yang
merasa membaca saja itu sama dengan belajar, padahal tidak, membaca bukan
belajar. Iya, itu bagian dari belajar, tapi apa setelahnya kamu review ulang?
Kamu tes lagi pengetahuan apa yang kamu ambil dari bacaan itu?
Membaca
memang bagian penting dari pra-belajar, tetapi informasi pembelajaran
membutuhkan keterlibatan aktif dalam materi. 'Belajar aktif' bukan berarti kamu
cuma highlighting/menggarisbawahi teks, membaca ulang, atau menghafal.
Tapi, kamu
melanjutkannya dengan menghubungkan pelajaran ini dengan materi sebelumnya atau
bahkan dengan mata pelajaran lainnya. Terus, lanjutkan lagi dengan membuat
contoh, bikin 'rangkuman' buat kamu sendiri, yang kamu mengerti. Terus, kamu
juga bisa mengetes pengatahuan barumu dengan menjawab soal-soal.
6. Jangan
Hindari Masalah
*Sumber: https://weheartit.com/entry/44925497?context_type=user&context_username=wimpling_away
Kadang kalau
ada soal atau materi yang nggak dimengerti, kamu cenderung menghindarinya
"ah, nanti saja tanya ke guru atau ke si A yang pintar di kelas".
Ganti mindset itu sekarang juga, karena nggak selamanya mereka ada untuk
membantumu.
Mempelajari
dan menggali ulang masalah yang kamu temukan sangat penting, apalagi dalam mata
pelajaran seperti matematika, ekonomi, dan hitung-hitungan lainnya. Dalam mata
pelajaran seperti ini juga, lebih efektif untuk mengerjakan soal daripada
membaca. Jika ada soal atau penjelasan yang benar-benar sulit kamu pahami,
tuliskan dan nanti ajukan pada dosen atau guru kamu kalau ada kesempatan.
7. Berbicara
pada Diri Sendiri
* sumber: www.nbcnews.com
Apakah kamu
tipe orang yang baru mengerti kalau kamu membaca teks secara lantang, pada
dirimu sendiri? Kalau begitu, lakukanlah, jadi 'guru' untuk dirimu sendiri.
Cobalah untuk menjelaskan materi yang sedang dipelajari dengan kata-katamu
sendiri, seolah-olah kamu adalah gurunya. Ini bisa dipraktikkan saat kamu
belajar sendiri, dengan teman, maupun dengan kelompok belajar.
8. Istirahat
Sejenak itu Penting
* sumber: people.howstuffworks.com
Ngelamun itu
nggak apa-apa, loh, asal nggak kelamaan juga. Di sela pembelajaran kadang
otakmu berkelana ke mana-mana. Memikirkan soal yang susah, istilah asing yang
sulit dimengerti, hingga problem dunia. Itu wajar dan justru
diperlukan untuk mengistirahatkan otakmu sejenak.
Sebenarnya
yang paling penting adalah bagaimana kamu memaksimalkan waktu belajar kamu, bukan sebanyak apa
waktu yang kamu jalani untuk belajar. Sesi belajar yang terlalu lama dan
panjang bisa membuyarkan konsentrasi dan membuat otakmu buntu, sehingga materi
yang kamu pahami pun lebih sedikit.
Dengan
spesifik dan realistis, atur waktu yang akan kamu habiskan untuk belajar setiap
harinya. Jangan sampai kamu menghabiskan 80% waktumu untuk belajar dan tidak
bisa melakukan hal lainnya, seperti mandi, makan, bersantai, bebenah rumah,
bahkan hangout dengan teman.
Oh, ya,
tidur malam juga penting, malah wajib! Setiap siswa, mau berapapun usianya,
harus mendapatkan tidur malam setidaknya 8 jam jika besoknya hari
belajar/sekolah. Tidur adalah cara terbaik untuk memastikan otakmu segar untuk
memproses semua informasi baru yang akan kamu terima.
9. Ganti
Suasana
*Sumber:
https://id.pinterest.com/pin/317714948704307886/
Bosan nggak,
sih, belajar sambil menatap tembok saja, atau di perpus saja. Sekali-kali ganti
suasana belajar juga penting, loh. Misalnya dengan meminjam ruangan bekerja
orang tuamu, belajar di kasur, belajar di kedai
kopi, atau di halaman belakang.
Bisa juga
belajar di dekat pantai kalau rumahmu kebetulan di area pantai, apapun itu
pokoknya ganti suasana. Dengan begitu, kamu akan merasa belajar di manapun kamu
bisa, tidak harus stuck di satu tempat saja.
10. Jangan
Mepet Deadline
* sumber: www.healthcomu.com
Stop SKS
alias sistem kebut semalam, mau dalam mengerjakan tugas apalagi belajar. Kadang
hari libur menjadi hari malas-malasan buat para pelajar. Itu tidak apa, tapi
jangan jadi terlena dan lupa kalau ada materi atau PR yang harus kamu kerjakan
untuk hari Senin.
Dalam hari
liburmu, coba cicil kerjaan yang aharus kamu serahkan di minggu depannya. Ini
akan membantumu lebih rileks dan tenang karena beberapa pekerjaan sudah kamu
lakukan.
Dan, jangan
lupa makan! Makan dan minum sangat penting untuk memberi otak (dan badan)mu
energi. Susah fokus kalau perut bunyi terus, kan? Boleh juga, tuh, belajar
sambil nyemil! Ya, itualh 10 tips belajar efektif di rumah .
Beberapa cara mungkin cocok dan ada juga yang tidak cocok denganmu, jadi ambil
mana saja yang pas buat kamu, ya.
Tag:Tips Belajar Yang baik










Komentar
Posting Komentar